Apa yang Dinilai Auditor Saat Inspeksi CPKB?

Apa yang Dinilai Auditor Saat Inspeksi CPKB?

Inspeksi CPKB bukan sekadar kunjungan formal ke sebuah pabrik. Ia adalah proses penilaian menyeluruh terhadap bagaimana mutu dijaga, bukan hanya dijanjikan.

Bagi sebagian orang, audit terdengar seperti momen menegangkan. Namun dalam konteks Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik [CPKB], inspeksi justru merupakan bagian dari sistem yang memastikan industri berjalan sesuai standar. Auditor hadir bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk melihat apakah sistem mutu benar-benar diterapkan secara konsisten.

CPKB sendiri menuntut lebih dari sekadar fasilitas yang bersih. Ia menilai bagaimana prosedur ditulis, dipahami, dan dijalankan. Karena itu, ketika auditor datang, yang diperiksa bukan hanya ruang produksi, tetapi juga budaya mutu di dalamnya.

Banyak pabrik merasa siap karena fasilitasnya terlihat rapi. Namun auditor bekerja lebih dalam dari sekadar tampilan permukaan.

Baca Juga: Peran Penanggung Jawab Teknis dalam Pabrik Kosmetik

Fasilitas, Dokumen, dan Alur Produksi

Salah satu aspek utama yang dinilai adalah kondisi bangunan dan fasilitas. Auditor akan melihat apakah tata ruang produksi mencegah kontaminasi silang, apakah alur bahan baku hingga produk jadi berjalan logis, serta apakah kebersihan dijaga secara konsisten.

Namun fasilitas fisik hanyalah satu bagian. Dokumentasi sering kali menjadi fokus penting dalam inspeksi. Prosedur operasional standar, catatan produksi, catatan pembersihan alat, hingga laporan penyimpangan akan ditelaah dengan cermat. Dalam sistem mutu, apa yang tidak terdokumentasi dianggap tidak dilakukan.

Auditor juga meninjau bagaimana bahan baku diterima, disimpan, dan diuji sebelum digunakan. Sistem karantina, pelabelan status bahan, serta pengendalian suhu penyimpanan menjadi indikator apakah kontrol mutu berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Seluk Beluk CPKB: Fondasi Mutu dan Keamanan dalam Industri Kosmetik

Sumber Daya Manusia dan Konsistensi Sistem

Selain fasilitas dan dokumen, auditor akan berbicara dengan personel. Mereka ingin memastikan bahwa karyawan memahami prosedur yang mereka jalankan, bukan sekadar menghafalnya. Pemahaman ini penting karena mutu tidak dibangun oleh dokumen saja, melainkan oleh manusia yang menjalankannya.

Penanggung Jawab Teknis juga menjadi figur sentral dalam inspeksi. Auditor akan melihat sejauh mana ia mengawasi proses, mengevaluasi hasil uji, serta menangani penyimpangan. Peran ini mencerminkan keseriusan pabrik dalam menerapkan CPKB secara nyata.

Konsistensi adalah kata kunci dalam setiap inspeksi. Sistem yang baik bukan yang hanya terlihat rapi saat audit berlangsung, tetapi yang berjalan stabil dari hari ke hari. Auditor biasanya mampu membaca apakah penerapan standar dilakukan secara rutin atau hanya dipersiapkan menjelang kunjungan.

Inspeksi CPKB pada dasarnya adalah potret dari integritas sistem produksi. Ia memperlihatkan apakah keamanan dan mutu kosmetik dijaga melalui prosedur yang hidup, bukan sekadar formalitas. Ketika sebuah pabrik lulus inspeksi, itu berarti sistemnya dinilai mampu melindungi konsumen melalui praktik yang terkontrol dan terdokumentasi. [][Tim Labcos]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.